Resensi buku! Karena, saya sudah lama nggak berlatih mengetik asal geprak seperti ini. Dan postingan blog yang paling gampang, nggak ribet, adalah resensi film, musik, atau buku, hehe. Tapi berhubung buku yang saya hendak bahas itu tiba-tiba lenyap dari pandangan mata, diculik entah oleh siapa (mungkin diyem-diyem lagi dipinjem oleh ponakan tercinta) maka... tunggu ajalah tar kapan-kapan kalau sempet.
Adapun definisi "resensi": ulasan, alias review, terhadap sebuah karya (buku, film, musik) yang sudah meluncur di pasaran. Orang yang meresensi itu nggak perlu jago dalam mencipta karya sastra, musik atau film. Seorang kritikus sastra nggak selalu adalah sastrawan. Kritikus seni rupa banyak yang nggak becus melukis, peresensi musik pun jarang yang beneran jadi pemusik. Resensi film juga, kebanyakan ditulis orang-orang yang cuma bisa duduk anteng mantengin pilem di gedung bioskop, sambil ngunyah-ngunyah kwaci dan singkong goreng (ada gak yah, hehe...)
Nah, yang nanti saya mau baha
s di sini adalah buku primbon. Sebagai penganut takhayul sejati, sudah pasti saya menaruh minat terhadap hal-hal yang berbau klenik dan supranatural. Tapi saya sepertinya bakal susah menjadi tukang primbon, karena ternyata ilmu primbon itu punya banyak sisi "cerebral". Banyak menggunakan hitungan matematika, ilmu fisika, falak, plus rumus-rumus integral, sehingga sulit dicerna oleh otak sempit saya yang makin tua jadi tambah bebal, sering garuk-garuk kepala yang gampang gatal, gara-gara rambut udah lama gak dikeramas pake sampo metal!
Jadi kalau harus memilih, karena hari lahir saya adalah Jumat Kliwon, maka saya nggak cocok kerja jadi tukang primbon... saya lebih cocok jadi bloger kapiran yang sok-sok dukun, atau sekalian jadi dukun santet beneran, huahahaha....
Just wait n see yaw....