Tuesday, July 15, 2008

Cara mengirim SMS panjang buat Anda yang jempolnya lemot

Mungkin ini pengaruh umur. Tapi saya selalu menganggap henpon (cell-phone) sebagai produk subteknologi yang bikin ribet, terutama pas kita mengoperasikan fitur SMS. Hurufnya kecil-kecil, layarnya nggak ada yang bener-bener wide-screen (ini berdampak sangat buruk bagi perkembangan mental anak bangsa karena mempersempit sudut pandang mereka, hehe...).

Dan, yang paling penting: keypad-nya terlalu imut, nggak kompatibel dengan jari-jari saya yang konon rada tebel meskipun cukup keyboards-friendly. Mungkin, karena kegiatan mengetik SMS itu cuma melibatkan jempol, jari-jari lain yang terbiasa bekerja keras pada protes. Menimbulkan gangguan motorik yang merusak fungsi organ tubuh lain, dan ujung-ujungnya terjadi kelainan anatomis jempol sebagaimana dialami para abege di masa depan, seandainya jaman henpon ini nggak segera berakhir.

Tapi saya berusaha nggak "antisosial". Sebisa mungkin saya selalu merespons setiap SMS yang masuk ke telepon saya, walaupun lebih sering dengan menelepon balik. (Menurut saya, menelepon itu lebih komunikatif dan berbudaya.)

Nah, sekarang, bagaimana seandainya ada yang meminta kita mengirimkan SMS berisi data-data yang lengkap dan panjang, yang membutuhkan kecermatan dalam pengetikan, tapi kita nggak mau merepotkan jempol kita dengan kegiatan yang aneh itu?

Berikut ini cara yang kemarin saya lakukan tatkala harus mengirimkan SMS berisi biodata lengkap saya plus deskripsi barang yang ilang ke seorang bapak polisi yang mau membikinkan "laporan kehilangan".

1. Buka aplikasi word processor/text editor di komputer Anda, ketikkan semua data yang Anda hendak kirimkan lewat SMS itu. Edit dan periksa kembali ketikan Anda, untuk memastikan bahwa semuanya terketik dengan lengkap dan rapi.

2. Pastikan komputer Anda terhubung dengan internet. Nyalakan aplikasi Yahoo!Messenger, dan login. Buat yang nggak tahu apa itu Y!M, atau nggak punya Yahoo! ID, pastikan Anda nggak sedang tersesat di jaman yang salah, hehe..

3. Klik pada "Actions", lalu "Send an SMS message". Masukkan nomor henpon Anda sendiri sebagai nomer yang hendak dikirimi message. Copy hasil ketikan di text editor tadi, lalu paste ke dalam panel isi pesan.

4. Lalu, send.

5. Ambil henpon Anda. Tunggulah, dalam hitungan detik, Anda akan menerima pesan berisi data-data yang Anda ketikkan tadi. Silakan forward SMS itu ke nomor yang Anda hendak kirimi pesan... Udah gitu doang, simpel kan!

-------

NOTE: Untuk Poin 3. Kayaknya, nggak semua nomor service provider di sini bisa dikirimi pesan dari Y!M. Saya nggak tahu kenapa. Tapi percayalah, saya sudah mencoba dengan henpon saya sendiri, dan ternyata berhasil dengan lancar. Bisa jadi, karena saya menggunakan nomer keren yah, hehe...

Monday, March 31, 2008

Blocking

Depkominfo (mau) mengeblok situs-situs internet porno. Saya setuju. Semoga, langkah mereka itu didukung oleh urgensi yang sangat kuat untuk memperbaiki moral bangsa; didorong oleh keprihatinan mendalam atas kondisi mental (lagi-lagi) para remaja yang kurang mendapat sentuhan edukasi keagamaan; serta keyakinan bahwa korupsi, keributan pilkada, dan gejolak yang terjadi di masyarakat akibat kelangkaan/kenaikan harga berbagai bahan kebutuhan vital itu bukan "bencana alam"... (nggak nyambung nggak papa yang penting berkesan serius, hehe.)

Semoga, dengan tindakan semacam itu, para cewek/cowok jadi lebih aman berjalan di malam hari tanpa khawatir dilecehkan dan diperkosa oleh lawan jenis, karena para calon pengincar kekurangan bahan referensi dan dorongan semangat. Tempat hiburan malam dan prostitusi jadi sepi. Populasi anak keburu gede merosot drastis. Razia narkoba, penggerebekan pasangan mesum, dan dukun cabul menghilang dari sajian berita kriminal TV.

Kalaupun itu masih terjadi, semoga internet nggak lagi dijadikan sebagai kambing hitam. Dan seandainya masih ada anggota DPR, pegawai negeri, atau anak sekolah yang bikin video independen bertema seksual, mereka nggak perlu lagi menyebarkannya lewat internet... biar henpon yang menggantikannya dengan teknologi MMS dan Bluetooth.

Semoga pula, makin sedikit abege yang buang-buang pulsa atau waktu di warnet buat browsing gambar atau film bokep. Mereka bisa memusatkan perhatian untuk webpage yang lebih penting: Friendster.

Atau, mereka bisa mengalihkan waktunya untuk kegiatan outdoor yang lebih bermanfaat, semacam jalan-jalan ke mall, atau anteng di rumah nonton acara gosip, sinetron, dan kontes nyanyi di televisi, main SMS, ke salon untuk benerin poni, ikutan casting buat jadi model dan figuran film, atau bagi yang cowok: berlatih nge-band buat mendukung program nasional "negeri sejuta pengamen"... ah, terlalu banyak yang bisa disebut.

Mungkin argumen saya terlalu mengada-ngada. Pasti lah, saya!

Tapi serius, saya diam-diam mendukung program itu (meskipun selama ini saya kadang juga mendownload file-file sangat jelas itu.) Kerena makin sedikit halaman bokep yang bisa dibuka, maka makin sedikit teman yang bersemangat buka browser di tengah malam. Semoga dengan demikian, internet di kantor jadi lebih lancar tarikannya. Kecepatan download minimal 70 kbps bisa diraih, dan berbagai album blackmetal pun jadi lebih cepet saya dapat di hard disk, hihi...

Dan semoga lagi, blog ini nggak dianggap sebagai situs bokep!


Tuesday, March 25, 2008

Dengkul

Berikut ini adalah gambar dengkul. Tepatnya dengkul kiri saya yang wujudnya lagi nggak beres. Sebuah kejadian yang tak direncanakan telah mengakibatkan lutut ini berbenturan dengan bodi sebuah gerbong KRL. Ah, untunglah, otak saya nggak terletak di dengkul, sehingga saya nggak sampai mengalami gegar otak.

Selama dua hari ini, sedikit gangguan saya rasakan sewaktu berjalan. Terutama pas beranjak dari tempat duduk, naik ke suatu wahana, atau sewaktu menuruni anak-anak tangga di kantor menuju lantai satu. Sempat juga saya mengumpat: "Kenapa sih kantor musti dibikin pakai naik-turun tangga? Mbok yang biasa-biasa aja!"

Tapi sejujurnya, saya rada menikmatinya. Rasa ngilu yang bikin panas-dingin sekujur tubuh, teraksentuasi dengan panas menyengat dari koyok cabe plus olesan lembut counterpain sumbangan seorang teman.... uh uh, pain so close to pleasure! Saya merasakan gairah yang mengharu biru.

Tiba-tiba si dengkul, salah satu organ tubuh yang selama ini terabaikan dari wacana kenarsisan saya, menjadi pusat perhatian yang cukup memikat. Seakan seluruh sel-sel tubuh ini jadi ogah-ogahan bekerja, sibuk bergosip tentang kejadian aneh yang sedang menimpa salah satu tetangga mereka. Dan saya menikmatinya.

Tapi... anjrit! Saya sekarang bingung di mana saya meletakkan deskripsi tentang "kejadian yang tak direncanakan" itu. Mungkin kalian masih bertanya-tanya kenapa dengkul bisa diadu dengan bodi kereta. Ceritanya rada panjang dan rumit. Saya bingung dari mana memulainya. Maaf. Yang pasti, pesan moralnya adalah: bodi KRL itu memang keras, jenderal! hihi..

Thursday, February 28, 2008

Ehm, ehm...


Setelah hampir sebulan nggak menyentuh dashboard Blogger ini, saya kembali menyapa Anda semua. Formal banget kek pembawa acara infotainment kaan! hehe..

Kemarin-kemarin, saya memang nggak mengetik apa-apa di blog ini. Bukan berarti saya sengaja menghilang, sok-sok hiatus (kata-kata yang sering dipake di blog biar berkesan bahwa nge-blog adalah pekerjaan kreatif.) Saya baik-baik saja, nggak menghilang. Tubuh fisik saya masih berkeliaran di lingkungan fisik sekitar saya. Kehidupan berjalan sebagaimana adanya.

Dan sebagaimana kehidupan pada umumnya, kadang memang terjadi beberapa gejolak, yang sepanjang masih menyangkut hal-hal duniawi sudah pasti ada solusinya. Contohnya adalah gejolak napsu berahi... waaah ngelantur! Saya cuma mau bilang: banyak kejadian menarik selama sebulanan ini, tapi nggak menarik buat dipejeng di sini.

Lantas apa yang membuat saya memutuskan untuk kembali mengetikkan kata-kata kurang senonoh di blog saya yang hina ini?? Itulah yang saya bingung buat menjawabnya, karena memang bukan pertanyaan penting.

Dan, sekalian pamer, dua hari ini saya bangun jam setengah tujuh pagi, gak peduli tadi juga tidur jam empat. Jadi... inilah postingan pertama yang saya bikin pada pagi hari.

Ahhh, ngantuk... mo tidur bentar deh ya! Promise that I will type something more often, more unprecious things here.


Sunday, January 27, 2008

Home sweet home....

Ini foto saya colong dari sebuah situs yang saya lupa letaknya di mana. Karena halamannya diprotek, gambarnya nggak bisa di-save langsung dengan right click, maka saya meng-capture pake MW Snap, hehe...

Pilihan objeknya lumayan bagus.. sangat nostalgic... rustic.. mencuatkan nuansa "abandoned civilization".. saya suka itu!

Seperti cangkang yang ditinggalkan oleh siputnya entah dengan alasan apa. Begitu rapuh digerogoti usia. Teronggok senyap di sebuah sudut yang kumuh, berdebu tebal. Terlewat dari dahaga mata para penikmat "keindahan", yang lebih memilih permata gemerlap di balik tabir gelap nun jauh di seberang lautan.

Adakah di antara kalian yang sepakat denganku, dan rela untuk tinggal bersamaku di sini, hihihih..... (ketawa gaya kuntilanak)